Minggu, 25 Agustus 2019

Duh,Adamku. Oleh:LISARS



      Sudah 4 bulan Adam bersamaku dan dalam waktu itu belum ada penghianatan darinya. semoga saja  dia tidak seperti laki-laki kebanyakan yang akan meminta untuk berpisah.aku dan Adam satu angkatan namun lain kelas.

        Setiap jam istirahat selalu menyisihkan waktu untuk makan bersama, bisa di bilang Adam adalah orang yang romantis namun tidak suka akan kata gombal,ia lebih menujukkan bukti daripada hanya kata belaka.

“ makan yok,aku pengen Bakso di pojok jalan perempatan Masjid ” ucapku kegirangan saat perjalanan pulang sekolah.

“makan terus deh,heran.gak gemuk iya makan terus kerjaannya” Adam meledekku dengan tawa ledekan.

“daripada makan hati mending makan bakso” alisku mulai menyambung di alis keduanya.

“haduh...cemberut deh,jangan gitu dong.” Ucap Adam mencubit pipiku lembut.

“aww..sakit,Adam” jawabku risih walaupun sakit tapi entah mengapa aku senang Adam memperlakukanku seperti ini.

        Sepulang sekolah Adam selalu mengantarkanku pulang dan tentu saja akan bertemu dengan orang tuaku.mereka menerima dengan baik karna memang Adam sosok yang baik.semua keluargaku tau kalo Adam sedang dekat denganku.

“terima kasih sudah mengantarkan,Fanya. Mari masuk dulu” sapa Ibu saat Adam mengantarkan ku pulang.

“iya sama- sama,te. Saya langsung pulang saja karna masih mau ngerjain tugas sekolah”jawab Adam

"oyasudah,hati-hati ya” ucap Ibu sembari tersenyum.

Keesokan harinya...

Hari ini sikap Adam terlihat aneh,sangat aneh.seperti ada yang ia sembunyikan dari ku . Biasanya jika ada masalah selalu cerita tapi entah mengapa hari ini dia tampak membisu tanpa sepatah apapun.

Di depan kolidor saat jam istirahat...

“Adam,kamu kenapa sih dari tadi diam terus?ada masalah? "  sapaku membuka pembicaraan.

“Fanya,aku pengen ngomong sesuatu sama kamu.aku harap kamu bisa ngerti apa yang aku mau” ucap Adam menundukkan kepalanya.

“ngomong aja,kayaknya serius banget” jawabku penasaran

       Hembusan angin menjadi saksi ucapan Adam,aku tak menyangka akan jadi seperti ini.alasan tak masuk akal yang aku terima dari mulut seorang manusia bernama Adam.sakit rasanya jika harus berlama-lama meratapi suasana seperti ini,bahkan sepertinya Adam tak peduli terhadapku setelah mengucapkan kalimat itu,ia hanya sibuk memainkan ponselnya dan mungkin yang dia hubungi penyebab semua ini,aku yakin dialah orangnya.ada orang ketiga di balik semua ini. Terlebih aku mendengar kabar tak menyenangkan dari Adam dan bahkan aku tak mempercayainya.

        Aku berlari meninggalkan Adam seorang diri.tak mampu berbicara banyak atas apa yang Adam ucapkan padaku.aku sangat kecewa kepadanya bahkan tak ada rasa bersalah sedikitpun kepadaku,raut mukanya hanyut dalam senyumnya.
Aku berlari ke belakang perpustakaan sekolah dan Adam tidak mungkin tau tempat ini.isak tangisku semakin menjadi terhanyut dalam sebuah ucapan pahitnya.aku hanya ingin sendiri,sendiri dalam sepi.


Aku mau kita putus,maaf ya tapi aku udah bosen ngejalanin hubungan ini

       Ucapannya selalu terbayang di benak ku . Bagaimana mungkin dia mengucapkan hal seperti itu? Mengapa mudah sekali dia ucap? Dan mengapa laki-laki tidak bisa setia pada satu perempuan,mengapa selalu ada penghianatan? Nghh..aku seperti orang bodoh yang sudah percaya ucapan busuknya selama ini.

“Fanya,kamu kenapa nangis?ada apa?” sapa Varis yang lewat di depan ku.

“gak ada apa-apa” jawabku dengan cepat sembari mengusap kasar air mata ku.

“jangan bohong deh” Varis mulai memancingku untuk bercerita.

“ Adam mutusin aku” ucapku seperti berbisik dengan rintihan.

“apa?pantesan dia akhir-akhir ini sering jalan sama...” Adam rupanya sudah tau dan mungkin berita itu sudah tersebar.

“Cindy?jangan bilang Cindy? Itu Cuma berita bohong kan? “ jawabku dengan cepat.

“Fanya,tolong kamu tenang!ikhlaskan Adam dia sudah memilih jalannya.kamu harus sabar,Nya”Varis setengah membentak mungkin ini cara dia untuk menyemangatiku melupakan Adam.

“oke” jawabku singkat mengkerutkan Alis dengan memasang muka masam.

“yaudah aku balik dulu ya ke kelas,kamu gak mau masuk? kurang 2 menit lagi nih bentar lagi bel masuk bunyi” Varis mengangguk sembari tersenyum tipis ke arah ku.

      Aku kembali ke kelas dan Ternyata banyak anak menyanyikan lagu ulang tahun,membawa kue dan dihiasi dengan lilin bertuliskan ‘Fanya' , apa arti semua ini?

“Happy birthday Fanya...Happy Birthday Fanya...” sorak gembira mereka di depan pintu masuk kelas.
Di tempat ini juga ada Adam,ia tampak senang dan tersenyum ke arahku.

“ Selamat ulang tahun,Sayang. Panjang umur sehat selalu dan maaf,aku tadi Cuma bercanda buat kejutan ulang tahun mu . jadi, jangan mikir macem-macem kalo aku bakalan ningglin kamu” Adam menjelaskan panjang lebar di ikuti dengan anggukan teman-temanku.

       Aku melongo dengan wajah terheran.hari ini memang hari ulang tahunku.tapi haruskah dengan kata pahit agar acara berjalan dengan sempurna?

“maksud kamu apa?kamu tadi Cuma bercanda?
Tega kamu ya,aku udah terlanjur sakit hati dengan ucapanmu tadi ” aku sangat kecewa hari ini tak ku pikirkan jika Adam sudah bersandiwara dan sengaja membuatku sakit hati hanya  yang katanya untuk membuat kejutan itu.

“Fanya,dengerin aku dulu. Aku lakuin ini buat kamu” jawab Adam dengan mata menatapku.

“tapi gak gini juga caranya,Adam. Perasaan hati gak sebercanda itu” aku membela diri tak kuat rasanya jika harus terus menangis.

“aku minta maaf dan ini semua memang rencana aku,intinya aku Cuma pengen buat kejutan di hari ulang tahunmu ini,gak ada maksud lain” Adam mengambil tanganku.

“dan aku gak suka cara seperti itu,kamu udah buat aku nangis dan bercandaanmu itu gak lucu”aku melepaskan pegangan tangan Adam.

      Perdebatan semakin menjadi,aku tak terima di perlakukan seperti ini dengan memberikan kata pahit hanya untuk membuat kejutan.rasanya tak sebanding dengan tangisku dan kecewa yang aku rasakan jika itu memang hanya sebuah candaan belaka.gampang sekali di ucapnya kalimat itu!

“kita minta maaf ya udah buat kamu sedih.percaya deh,Adam gak mungkin dengan gampangnya ngomong putus dia itu udah setia,Fanya” ucap salah seorang teman dengan yakin.

“semuanya..makasih ya kejutannya,aku bener-bener kaget dan gak nyangka . Kalian hebat dalam hal memberi kejutan bahkan aku sampai Nangis di belakang perpustakaan” jawabku dengan Gelak tawa
“siapa yang nyuruh kalian?siapa yang ngadain acara ini?” lanjutku bertanya setengah melirik ke arah Adam.

“Adam!!” sorak mereka secara bersamaan.

Aku  tersenyum mengangguk  setuju,kasihan melihat raut muka mereka yang memelas agar aku percaya.

“nah gitu dong,senyum”Seru Santy gembira.

“iya,jangan cemberut terus”yang lain ikut membenarkan.

“eh Fanya,tiup lili nih keburu meleleh” ucap Salah seorang teman yang sedang memegang kue ulang tahun.

       

     Aku bersyukur mempunyai mereka.mereka yang selalu ada suka dan duka,selalu merangkul dan siap memberikan pundaknya saat aku sedih.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar